Indahfashion Shop's Fan Box


Thursday, 28 January 2010

How to Overcome Customer Complaints?

Easy steps that you can follow when things are not in accordance with the plan.

Fifteen years ago I was complaining to a leading Italian restaurant in Minneapolis. I still remember how bad the employee response to my complaint. In fact, I use it on customer service seminars. This shows the strength we have to give to customers to get the experience unforgettable.

Here are some rules that I teach at the seminar to help deal with customer complaints. If you and your staff follow these rules, you can change the customer is not happy to be a loyal customer to your business.

1. Listening.

Give your full attention. Do not do anything else. Do not 'half-listening'. Write down what they say to you and get things specific. Make sure you understand it. Just focus on them.

2. Let them talk.

Do not interrupt. Do not explain, defend themselves, or to judge. They do not care about their problems and do not want your version of the story. They were angry and wanted to vent, so let it be.

3. Request sincerely forgive.

It's hard to do especially if you are not causing the problem. If in this situation you ask forgive me, you will not be blamed for causing the problem. You ask forgive me, because customers experience an unpleasant thing. Put yourself in their position. Be sincere.

4. Ask them how you can fix it. And do more.

Too many employees are not responded to either complaint or generic, stock response, such as spending money to pay bills. But the risk is to make the customer more upset if it was not what they want. In fact, you may make other people be offended by offering discounts.

A better way is to ask what they want. You are being genuine and polite. Many people who do not want a lot of things. Usually they just want to, for example, if they ask for free food, your response might be "Mr.. Smith, tonight you would have dinner at home. But I want to buy you dinner and spend some time if you join us. Are you objections? "

5. To convince them you'll fix the problem.

Because you have listened to and understand their complaints, you understand why they are so upset. Take the next step and convince them that you will take precautions in order not to happen again. If not, why they should come back again? (However, you also need to fix the problem.)

6. Grateful to them.

Without direct feedback from customers, we do not know what we can give to customers. When they say that they failed to give us valuable information of how we can improve our business. They tell us what needs to be done so that customers come back again. So, thank for their assistance. Very rare to find customers willing to spend time and effort to give feedback. Grateful to them will make them will always come back to you.

If your employees handle every customer complaint using these steps, it would be many customers who come back to you. You will have a healthier business because of the improved situation. Loyal customers are the foundation of a healthy business and long-lasting.

Author: Kevin Stirtz helps companies increase revenue and profits by improving customer loyalty.


Translated by: Iin - Tim web resources

Bagaimana Mengatasi Keluhan Pelanggan?

Langkah mudah yang bisa Anda ikuti ketika hal–hal tidak sesuai dengan rencana.

Lima belas tahun yang lalu saya ada keluhan pada sebuah restoran Italia terkemuka di Minneapolis. Saya masih ingat betapa buruknya respon karyawan terhadap keluhan saya. Nyatanya, saya menggunakannya pada seminar layanan pelanggan. Hal ini menunjukkan kekuatan yang harus kita berikan pada pelanggan untuk mendapatkan pengalaman yang tidak terlupakan.

Berikut adalah beberapa aturan yang saya ajarkan di seminar untuk membantu menangani keluhan pelanggan. Jika Anda dan staf Anda mengikuti aturan ini, Anda bisa mengubah pelanggan yang tidak happy menjadi pelanggan yang loyal pada bisnis Anda.

1. Mendengarkan dengan baik.

Berikan perhatian Anda secara penuh. Jangan mengerjakan hal lain. Jangan 'separo mendengarkan'. Tuliskan apa yang mereka katakan pada Anda dan dapatkan hal-hal yang spesifik. Pastikan Anda memahaminya. Hanya fokus pada mereka.

2. Biarkan mereka berbicara.

Jangan menyela. Jangan menjelaskan, mempertahankan diri, atau memberikan penilaian. Mereka tidak peduli dengan terjadi masalah dan mereka tidak menginginkan cerita versi Anda. Mereka marah dan ingin melampiaskannya, jadi biarkan demikian.

3. Meminta ma'af dengan tulus.

Ini sulit dilakukan terlebih jika Anda bukan yang menyebabkan masalah. Jika dalam situasi ini Anda meminta ma'af, Anda tidak dipersalahkan karena telah menyebabkan masalah. Anda meminta ma'af karena pelanggan mengalami hal yang tidak menyenangkan. Posisikan diri Anda pada posisi mereka. Bersikap tulus.

4. Tanyakan pada mereka bagaimana Anda bisa memperbaikinya. Dan lakukan dengan lebih.

Terlalu banyak karyawan yang tidak menangapi baik keluhan atau generik, stok respon, seperti mengeluarkan uang untuk membayar tagihan. Tapi resiko tersebut membuat pelanggan lebih kesal jika itu bukan yang mereka inginkan. Nyatanya, mungkin Anda membuat orang lain tersinggung dengan menawarkan diskon.

Cara yang lebih baik adalah menanyakan apa yang mereka inginkan. Anda bersikap genuine dan sopan. Banyak orang yang tidak menginginkan banyak hal. Biasanya mereka hanya ingin, misalnya, jika mereka minta makanan gratis, respon Anda bisa jadi "Tn. Smith, tentu malam ini Anda makan malam di rumah. Tapi saya ingin mentraktir Anda dan keluarkan makan malam jika suatu saat Anda bergabung dengan kami. Apakah Anda keberatan?"

5. Meyakinkan mereka Anda akan memperbaiki masalah.

Karena Anda sudah mendengarkan dan memahami keluhan mereka, Anda mengerti mengapa mereka begitu kesal. Ambil langkah berikutnya dan yakinkan mereka bahwa Anda akan mengambil tindakan pencegahan agar tidak terulang kembali. Jika tidak, mengapa mereka harus kembali lagi? (Namun, Anda juga harus memperbaiki masalah tersebut.)

6. Berterima kasih pada mereka.

Tanpa feedback langsung dari pelanggan, kita tidak tahu apa yang bisa kita berikan pada pelanggan. Saat mereka mengatakan bahwa kita gagal mereka memberikan informasi yang berharga bagaimana kita bisa meningkatkan bisnis kita. Mereka mengatakan pada kita apa yang perlu dilakukan agar pelanggan kembali lagi. Jadi, berterimakasihlah atas bantuan mereka. Sangat jarang menemukan pelanggan yang bersedia meluangkan waktu dan upayanya untuk memberikan feedback. Berterima kasih pada mereka akan membuat mereka akan selalu kembali pada Anda.

Jika karyawan Anda menangani setiap keluhan pelanggan dengan menggunakan langkah-langkah ini, akan lebih banyak pelanggan yang kembali pada Anda. Anda akan memiliki bisnis yang lebih sehat karena keadaannya yang membaik. Pelanggan yang loyal adalah dasar dari usaha yang sehat dan bertahan lama.

Penulis: Kevin Stirtz membantu perusahaan meningkatkan pendapatan dan profit dengan meningkatkan loyalitas pelanggan.


Diterjemahkan oleh: Iin – Tim

sumber web




Also visit,

Facebook :


Thursday, 21 January 2010

Customer Money disappearance Identity Theft2

* Beware of "pharming". This latest version of online ID theft, viruses or other harmful program that planted secretly on your computer and your web browser hijack. When you type the address of a legitimate Web site, you will be directed to a fake copy of the site without realizing it. Any personal information you provide on the fake site, such as passwords or account numbers, can be stolen and used.

* Do not enter your personal information in a pop-up screen. Sometimes phishers will direct you to a company's original site, organization, or a bank, but then came the pop-up screen with a blank box requesting your personal information. If you are in complete, your information will be sent to the phishers . Companies, agencies and organizations are not legally ask for personal information via pop-up screen. Install pop-up software to help prevent this type of phishing attack.

* Protect your computer with spam filters, anti-virus and anti-spyware software, and firewalls, and an up-to-date. The spam filter can help reduce the number of phishing emails you. Anti-virus software, which scans incoming messages to a file, and anti-spyware sotfware, the search for programs already installed on your computer and track online activities without your knowledge, can protect you against phishing, pharming and other techniques. Firewalls prevent hackers and unauthorized communications into your computer - especially if you have a broadband connection to the internet, because your computer is open to the Internet, each time turned on. Find a program that automatically updates and patches for free from the manufacturer to fix newly discovered problems.

* Open the email attachment that is you expect and you know it. Although the message like they come from people you know, they can be from scammers and contain programs that will steal your personal information.

* Phishing can also happen by phone. You can get a call from someone who comes from a company or government agency, who filed false claims and asking for your personal information.

* If someone to contact you and you said to be a victim of fraud, verify the identity of the person before you provide personal information. Credit card issuer and a legitimate company, to contact you if there is an unusual pattern indicating that someone else may be using one of your accounts. But usually they only ask if you made a particular transaction, they did not ask for your account number or other personal information. Agencies of law enforcement may also contact you if you become a victim of fraud. I'll be safe, ask the name of the person, body or company name, phone number, and address of the person. Get the main number from the phone book, Internet, or other infromasi, make sure that the person is from the institution / company that legitimate / genuine.

* Job seekers should also be careful. Some phishing targets listed on search sites. They pretend to be asked for your social security number and other personal information. Follow the advice above and verify the identity of the person before providing any personal information.

* Be suspicious if someone suddenly becomes your contact list and ask for your personal information. But if you are contacted and requested your personal information, this is a warning sign that something is "phishy." Agency law and the legitimate companies do not operate that way.

* Immediately take action if you are already connected by phishers. If you have to give account numbers, PINs, or passwords to phishers, tell your problems related to the company immediately.

* Report phishing, although you are a victim or not. tell the company or entity that has been copied phishers. You also can report the problem to law enforcement officers. The information you provide to help stop identity theft.
source: web .20100120 to 220,297, id.html

Customer Money disappearance Identity Theft

Wednesday, January 20, 2010 | 13:44 pm

TEMPO Interactive, Jakarta - The case of the disappearance of the money number of customers several banks, the BCA, BNI, Bank Permata, occurred in Bali. Police have not found indications of involvement of people in the banks concerned in the case.

In this case there is the possibility of identity theft for customers, since this case using the transfer system in automatic teller machines (ATMs). In addition to the ATM identity theft, identity theft can also be done by way of phishing (deception).

Most people probably have heard about phishing (deception). In the dictionary Wikipedia, phishing explained:

In computers, deception (phishing) is a form of fraud which is characterized by attempts to obtain sensitive information, such as ID cards or driver's license ID card, your financial ID (accounts, credit cards, PIN numbers), user names, passwords, and other personal information confidential.

In electronic communications, which is commonly used to lure victims phishing, among other popular sites (YouTube, Facebook, MySpace, Windows Live Messenger), auction site (eBay), online banking (Wells Fargo, Bank of America, Chase), a payment online ( PayPal), or IT Administrators (Yahoo, ISPs, corporate), and others.

Most common techniques used by perpetrators of phishing are as follows:

* By e-mail or instant messages, which lead users to believe the validity of email or web site. In order to look convincing, the perpetrators often use company logos or trademarks of formal institutions, such as bank or credit card issuer. Forgery is done to lure the victim handed over personal data, like passwords, PIN or credit card numbers.

* Create a fake website identical to the official site, or the perpetrators phishing email containing a link to a fake site.

* Create a hyperlink to a fake website or provide a form attached to the e-mail that is sent.

How do we avoid it?

* At Facebook, or IM, there is usually a message from a contact list that contains the URL with the words "Check this out". Do not you click on the url that will bring you to submit your identity without your players aware of phishing.

* Do not believe every warning you read, especially the pop-up warning that appears when you're browsing the Internet. Companies are not good to use pop-up ads to display false warnings about your computer. Just ignore them.

* Do not click all the buttons in the pop-ups, like the "Close (Cover)" or "No (No)", or the "Close (Cover)" which may appear in the upper right corner of the pop-up. If you do this, a virus or other malicious software may be installed on your computer. To close the pop-up ads with the safer, press Ctrl + W (if you're using Windows) or Command + W (on Macs). You may receive an email claiming to come from a computer expert, who warned you about a virus. This generally is a sham. Do not follow the steps described in any email unless you are sure that the threat is very real.

* Yahoo! Lottery does not exist. Do not be fooled by people claiming to be from Yahoo! and offering cash prizes. Yahoo will never send you information about a contest you never follow. If you receive a message like "Final Notification: Yahoo Mail Winner! (Last Notification: Winner of Yahoo Mail!)" Or "Your Email Address Has Won $ XX million (Your Email Address Have Won $ XX million)" is a fraud. Do not reply to this email, do not click any links in it, and never reveal any personal information. However, click the "Spam".

* Use a browser that provides web filtering service / website or giving false web reports / forgery sites, such topics.

* Make sure the site is asking for our data is a trusted site by looking at the address bar where we used to write the site address that we want to visit. If you are listed there is the correct website address so you can then enter the data yourself.

* Observe the usual perwajahan sites we visit. If there are things that are different from usual, you better write back the site address in question, because phishing negligence often utilize internet users.

* Be careful with phishing emails, the most common form of phishing emails is validated by retailers, banks, organizations, or government agencies. Sender to ask for "confirmation" of your personal information for several reasons illusory, for instance about your account will be closed, so that something that has been placed in your name or your information has been lost because of computer problems. Another tactic is used, they say the department is well-known companies and ask you to verify the information because they suspect you may be a victim of identity theft! In some cases, phishing perpetrators claimed from the lottery commission agencies and request your banking information to be included in their accounts.

* Do not click on links in emails that request your personal information. Phishing perpetrator uses these links to lure people directly to a website that looks like really from the company website, organization or entity which they imitate. If you follow the instructions and enter your personal information on the Web site, you will submit directly into the hands of identity thieves. To determine whether a message really from the company or agency, direct calls or go to his web site of the original (using a search engine to find it).

source: web .20100120 to 220,297, id.html

Lenyapnya Uang Nasabah dan Pencurian Identitas

Rabu, 20 Januari 2010 | 13:44 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Kasus lenyapnya uang sejumlah nasabah beberapa bank, yaitu BCA, BNI, dan Bank Permata, terjadi di Bali. Polisi belum menemukan indikasi keterlibatan orang dalam bank bersangkutan dalam kasus itu.

Dalam kasus ini ada kemungkinan terjadi pencurian identitas nasabah, mengingat kasus ini menggunakan sistem transfer di anjungan tunai mandiri (ATM). Selain pencurian identitas di ATM, pencurian identitas juga dapat dilakukan dengan cara phising (pengelabuan).

Kebanyakan orang mungkin pernah mendengar tentang phising (pengelabuan). Dalam kamus Wikipedia, phishing dijelaskan:

Dalam komputer, pengelabuan (phishing) adalah suatu bentuk penipuan yang dicirikan dengan percobaan untuk mendapatkan informasi peka, seperti ID kartu KTP atau SIM, ID keuangan anda (rekening, kartu kredit, nomor PIN), user name, password, dan informasi personal lain yang bersifat rahasia.

Dalam komunikasi elektronik, yang umumnya digunakan untuk mengumpan korban phishing, antara lain situs popular (YouTube, Facebook, MySpace, Windows Live Messenger), situs lelang (eBay), online bank (Wells Fargo, Bank of America, Chase), pembayaran online (PayPal), atau Administrator IT (Yahoo, ISP, perusahaan), dan lainnya.

Teknik umum yang sering digunakan oleh pelaku phishing antara lain sebagai berikut:

  • Melalui e-mail atau pesan instan, yang menggiring pengguna untuk meyakini keabsahan email atau web site tersebut. Agar tampak meyakinkan, pelaku sering menggunakan logo perusahaan atau merek dagang milik lembaga resmi, seperti bank atau penerbit kartu kredit. Pemalsuan ini dilakukan untuk memancing korban menyerahkan data pribadi, seperti password, PIN atau nomor kartu kredit.
  • Membuat situs palsu yang sama persis dengan situs resmi, atau pelaku phishing mengirimkan email yang berisikan link ke situs palsu tersebut.
  • Membuat hyperlink ke website palsu atau menyediakan form isian yang ditempelkan pada e-mail yang dikirim.

Bagaimana kita menghindarinya?

  • Pada Facebook atau YM , biasanya ada pesan dari kontak list yang berisi URL dengan kata-kata "Check this out". Jangan pernah anda klik Url tersebut yang akan membawa anda menyerahkan identitas anda ke pelaku phishing tanpa anda sadari.
  • Jangan mempercayai setiap peringatan yang Anda baca, khususnya peringatan pop-up yang muncul saat Anda sedang menjelajah internet. Perusahaan yang kurang baik menggunakan iklan pop-up untuk menampilkan peringatan palsu tentang komputer Anda. Abaikan saja mereka.
  • Jangan klik semua tombol yang ada di dalam pop-up ini, seperti tombol "Close (Tutup)" atau "No (Tidak)", atau kotak "Close (Tutup)" yang mungkin muncul di sudut kanan atas pop-up tersebut. Jika Anda melakukan ini, virus atau software jahat lainnya mungkin akan terinstal pada komputer Anda. Untuk menutup iklan pop-up dengan aman, tekan Ctrl+W (jika Anda menggunakan komputer Windows) atau Command+W (pada komputer Mac). Anda mungkin menerima email yang mengaku berasal dari pakar komputer, yang memperingatkan Anda mengenai sebuah virus. Ini umumnya adalah tipuan belaka. Jangan mengikuti langkah-langkah yang dijelaskan dalam email apapun kecuali Anda yakin bahwa ancaman tersebut benar-benar nyata.
  • Yahoo! Lottery tidak ada. Jangan tertipu oleh orang-orang yang mengaku dari Yahoo! dan menawarkan hadiah tunai. Yahoo tidak akan pernah mengirim informasi kepada Anda mengenai kontes yang tidak pernah Anda ikuti. Jika Anda menerima pesan seperti "Final Notification: Yahoo! Mail Winner! (Pemberitahuan Terakhir: Pemenang Yahoo! Mail!)" atau "Your Email Address Has Won $XX million (Alamat Email Anda Telah Memenangkan $ XX juta)" itu merupakan penipuan. Jangan membalas email tersebut, jangan mengklik link apapun yang ada di dalamnya, dan jangan pernah mengungkapkan informasi pribadi apapun. Namun, kliklah tombol "Spam".
  • Pakailah browser yang memberikan layanan menyaring web /situs palsu atau memberi laporan web/situs forgery, misal mozila.
  • Pastikan situs yang meminta data kita itu merupakan situs yang terpercaya dengan cara melihat address bar tempat di mana kita biasa menuliskan alamat site yang ingin kita kunjungi. Jika yang tertera di sana adalah alamat situs yang benar maka barulah anda boleh memasukkan data diri anda.
  • Amati perwajahan situs yang biasa kita kunjungi. Jika terdapat hal-hal yang berbeda dari biasanya, lebih baik anda menulis kembali alamat situs yang dimaksud, karena phishing sering memanfaatkan kelalaian pengguna internet.
  • Hati hati dengan email phishing, yang paling umum adalah bentuk phishing email adalah pengesahan dari pengecer, bank, organisasi, atau instansi pemerintah. Pengirim untuk meminta "konfirmasi" informasi pribadi Anda untuk beberapa alasan yang dibuat-buat, misalnya tentang account Anda yang akan ditutup, agar sesuatu yang telah ditempatkan dalam nama Anda, atau informasi Anda telah terputus karena adanya masalah komputer. Taktik lain yang digunakan , mereka mengatakan dari departemen perusahaan yang terkenal dan meminta Anda untuk memverifikasi informasi karena mereka menduga Anda mungkin seorang korban dari pencurian identitas! Dalam suatu kasus, pelaku phishing mengklaim dirinya dari lembaga komisi lotere dan meminta informasi perbankan anda untuk dimasukkan dalam account mereka.
  • Jangan klik link dalam email yang meminta informasi pribadi Anda. Pelaku phishing menggunakan link ini untuk memikat orang langsung ke situs Web yang tampak seperti yang benar-benar dari situs perusahaan, organisasi, atau badan yang mereka tiru. Jika anda mengikuti petunjuk dan memasukkan informasi pribadi Anda di situs Web tersebut, Anda akan menyerahkan langsung ke tangan pencuri identitas. Untuk memastikan apakah benar-benar pesan dari perusahaan atau badan, panggilan langsung atau pergi ke situs web-nya yang asli (menggunakan mesin pencari untuk menemukannya).
  • Hati-hati dengan "pharming". Ini versi terbaru pencurian ID online, virus atau program merugikan yang ditanam secara diam-diam di komputer Anda dan menghijack web browser Anda. Bila Anda ketikkan alamat situs Web yang sah, Anda akan diarahkan ke salinan palsu dari situs tanpa menyadarinya. Segala informasi pribadi yang Anda berikan pada situs palsu, misalnya sandi atau nomor rekening, dapat dicuri dan digunakan.
  • Jangan memasukkan informasi pribadi Anda dalam layar pop-up. Kadang-kadang phisher akan mengarahkan Anda ke sebuah situs asli perusahaan, organisasi, atau bank, tetapi kemudian muncul pop-up screen dengan box blank yang meminta informasi pribadi anda. Jika Anda dalam mengisi, informasi Anda akan terkirim ke phisher. Perusahaan, badan-badan dan organisasi yang sah tidak meminta informasi pribadi melalui layar pop-up. Install pop-up software untuk membantu mencegah jenis serangan phishing.
  • Lindungi komputer Anda dengan spam filter, anti virus dan anti-spyware software, dan firewall, dan yang up-to-date. Filter spam dapat membantu mengurangi jumlah phishing email Anda. Software anti-virus, yang memindai pesan masuk untuk file, dan sotfware anti-spyware, yang mencari program-program yang telah terinstal di komputer Anda dan melacak aktivitas online tanpa sepengetahuan Anda, dapat melindungi Anda terhadap pharming dan teknik phishing lain. Firewalls mencegah hacker dan komunikasi tidak sah masuk ke komputer Anda -- khususnya jika Anda memiliki koneksi broadband ke internet , karena komputer Anda terbuka ke Internet, setiap kali dihidupkan. Cari program yang update otomatis dan cari patch gratis dari produsen untuk memperbaiki masalah baru yang ditemukan.
  • Bukalah attachment email yang memang anda harapkan dan anda tahu isinya. Meskipun pesan seperti mereka datang dari orang yang Anda kenal, mereka dapat dari scammers dan berisi program yang akan mencuri informasi pribadi Anda.
  • Phishing juga dapat terjadi melalui telepon. Anda bisa mendapatkan panggilan dari seseorang yang berasal dari perusahaan atau badan pemerintah, yang mengajukan klaim palsu dan meminta informasi pribadi Anda.
  • Jika seseorang mengkontak Anda dan Anda dikatakan jadi korban dari penipuan, verifikasi identitas orang tersebut sebelum Anda memberikan informasi pribadi. Penerbit kartu kredit dan perusahaan yang sah , menghubungi Anda jika ada pola yang tak biasa yang menunjukkan bahwa orang lain mungkin menggunakan salah satu account Anda. Tapi biasanya mereka hanya meminta jika Anda membuat transaksi tertentu, mereka tidak meminta nomor account Anda atau informasi pribadi lainnya. Badan-badan penegak hukum mungkin juga menghubungi Anda jika Anda telah menjadi korban penipuan. Biar amannya, mintalah nama orang, nama badan atau perusahaan, nomor telepon, dan alamat orang tersebut. Dapatkan nomor utama dari buku telepon, Internet, atau infromasi lainnya, pastikan bahwa orang itu adalah dari lembaga/perusahaan yang sah/asli.
  • Pencari kerja juga harus hati-hati. Beberapa orang target phishing terdaftar di situs pencarian. Mereka berpura-pura meminta nomor jaminan sosial Anda dan informasi pribadi lainnya. Ikuti saran di atas dan verifikasi identitas orang tersebut sebelum memberikan informasi pribadi apapun.
  • Curigalah jika seseorang mendadak menjadi kontak list Anda dan meminta informasi pribadi Anda. Tetapi jika Anda dihubungi dan diminta informasi pribadi Anda, ini adalah tanda peringatan bahwa ada sesuatu yang "phishy." Badan hukum dan perusahaan yang sah tidak beroperasi dengan cara itu.
  • Segera bertindak jika Anda telah dikait oleh phisher. Jika Anda telah memberikan nomor rekening, PIN, atau password ke phisher, beritahukan masalah anda ke perusahaan terkait segera.
  • Laporkan phishing, walau anda korban atau bukan. ceritakan perusahaan atau badan yang telah meniru phisher. Anda juga dapat melaporkan masalah ini ke aparat penegak hukum. Informasi yang Anda berikan untuk membantu menghentikan pencurian identitas.


sumber :web,20100120-220297,id.html




Also visit,

Facebook :


Custom Search