Indahfashion Shop's Fan Box

GOOGLE TRANSLATE

Thursday, 21 April 2011

Tips Finansial bagi Ibu Rumah Tangga

SEBAGAI seorang ibu rumah tangga, sudah menjadi tugas Anda untuk mengelola secara bijak setiap rupiah yang mengalir masuk ke dalam kas keluarga. Di tengah biaya hidup yang kian meningkat, tak jarang terselip pula kecemasan tentang masa depan keuangan.

Untungnya, sejumlah ahli keuangan bersedia membagikan tipsnya untuk membantu Anda menjamin kelangsungan kehidupan finansial. Berikut ini adalah beberapa di antaranya, seperti dikutip situs sheknows.com:

Langkah antisipatif
Menurut Lynnette Khalfani Cox, pakar keuangan pribadi dan penulis buku 'Zero Debt: The Ultimate Guide to Financial Freedom,' meski pun saat ini keluarga Anda mampu bertahan dengan hanya satu pendapatan, Anda juga harus memikirkan antisipasi jika sewaktu-waktu suami kehilangan pekerjaannya.

Hindari pertengkaran yang mungkin timbul soal uang, dengan menetapkan anggaran, memangkas utang, dan membangun dana darurat bersama-sama. Lagi pula, tidak ada salahnya mempersiapkan diri menghadapi skenario terburuk.

Kartu kredit
Khalfani Cox mencatat, salah satu kesalahan yang banyak dilakukan para ibu rumah tangga adalah membiarkan semua kartu kredit keluarga dibuat atas nama suami mereka. Sebaiknya, buka setidaknya satu kartu kredit atas nama Anda sendiri. Tindakan ini berguna untuk skor kredit Anda, jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti perceraian atau kematian suami.

Asuransi jiwa
Ibu rumah tangga juga membutuhkan asuransi jiwa. Sebab, jika sesuatu menimpanya, maka biaya untuk menggantikan pelayanan yang dia berikan kepada anak-anaknya juga besar. Misalnya, biaya pengasuhan anak dan lain sebagainya.

Bersenang-senang gratis
Ibu rumah tangga bisa mencari cara bersenang-senang tanpa harus mengeluarkan terlalu banyak uang, menurut Leslie Truex, penulis 'The Work-At-Home Success Bible.' Sejumlah aktivitas yang dapat Anda lakukan seperti mengajak anak-anak bermain di taman, museum, dan perpustakaan.

Pendapatan sampingan
Meski pun tidak bekerja penuh waktu, menurut Cristin Frank Frankhaus, LLC, pemilik situs CarryCargot.com, ibu rumah tangga bisa memanfaatkan keahlian dan bakatnya untuk menemukan pekerjaan lepas, bahkan membangun bisnis rumahan.

Sumber website mediaindonesia.com/mediaperempuan/index.php/read/2011/03/10/5209/9/Tips-Finansial-bagi-Ibu-Rumah-Tangga

INDAH FASHION
MATERNITY/BIG SIZE& BREASTFEEDING CLOTHES/UNDERWEAR ,
BABY UNTIL 5 YEARS BRANDED (CUBITUS,ETC) CLOTHES
DRESS,WOMAN JEANS PANTS, BUY 1 BRANDED WOMAN&MAN BIG DISCOUNT (GUESS,ETC). NEW&REASONABLE.

Author Book Bunda Tahan Banting Tips Jadi Ibu Rumah Tangga Penting & jago berbisnis.
Web, http://indahfashion.blogspot.com
e-mail : sweetye_indah@yahoo.com
http://indahlifestyle-healthy.blogspot.com
http://indahmoney.blogspot.com
info pengobatan tradisional, http://indaherbal.blogspot.com
http://indahcareer.blogspot.com

fashion branded, http://butikbranded.com

Quick Response YM, cs_butikbranded@yahoo.com

(Buy 1 bag,wallet branded price ok+big disc. Reseller super big disc)

Fan FB, IndahFashion

http://www.facebook.com/pages/IndahFashion/197840196897307
https://twitter.com/Indahfashion

Tuesday, 15 December 2009

7 Kesalahan Terbesar Dlm Menggunakan Kartu Kredit

Article by Konobe
Edited by Edison

kk22

Baru-baru ini saya membaca berita di detik kalau NPL (non performing loan) kartu kredit di Indonesia sudah lebih dari 10%. Saya pun jadi teringat artikel yang ditulis Bung Edison Meneropong 2009: Ancaman Kredit Konsumen. Wah, tampaknya sudah mulai terlihat ya hasil prediksinya..

Meskipun ancaman macetnya kartu kredit mempunyai dampak yang cukup menakutkan terhadap perekonomian, artikel saya kali ini akan membahas masalah ini dari sisi yang lain, yaitu dari sisi si pemegang kartu kredit.

Ketika kartu kredit macet, tentunya yang ‘pusing’ bukan cuma Bank saja. Si pemegang kartu kartu (umumnya) juga mengalami tekanan batin yang tidak kecil. Contohnya adalah seorang kenalan saya. Dia memiliki masalah dengan kartu kreditnya hingga gelisah dan stres. Hampir tiap hari ia ditelepon oleh debt collector. Bukan cuma sekedar teguran yang diterimanya tetapi juga ancaman. Padahal, dari pengamatan saya, dia termasuk orang yang cukup berada.

Jadi mengapa kenalan saya tersebut bisa sampai terjerat hutang kartu kredit? Meskipun saya tidak tahu persis penyebabnya, tetapi kemungkinan besar ia melakukan salah satu (atau bahkan beberapa) dari 7 kesalahan terbesar dalam menggunakan kartu kredit. Jadi apa saja 7 kesalahan terbesar itu?

—–oOo—–

KESALAHAN no 1 : Tidak melunasi seluruh tagihan kartu kredit

Ini boleh dikatakan merupakan penyebab utama mengapa banyak orang yang terjerat dalam hutang kartu kredit. Tidak sedikit orang yang hanya membayar sejumlah “pembayaran minimum”. Ketika anda melakukan ini, maka saldo hutang yang tersisa akan terkena bunga yang sangat tinggi (bisa mencapai2,9%-4% per BULAN!) . Ketika anda melakukan kesalahan ini, maka ibaratnya anda sudah mengambil langkah pertama untuk masuk ke dalam jeratan hutang kartu kredit.

Lunasi seluruh tagihan kartu kredit anda!!!

KESALAHAN no 2 : Menganggap kartu kredit sebagai kartu debit (ATM)

Ini merupakan salah satu kesalahan yang paling fatal dalam menggunakan kartu kredit. Kartu Kredit bukanlah Kartu Debit (ATM). Hindari menarik uang cash dengan menggunakan kartu kredit karena ini akan dikenakan bunga dan biaya tarik tunai yang sangat tinggi (bahkan lebih tinggi daripada angka yang saya tuliskan di kesalahan no 1).

KESALAHAN no 3 : Menggunakan kartu kredit untuk membayar hutang

Kartu kredit termasuk ke dalam jenis hutang “Unsecured Debt”, alias hutang tanpa agunan. Hutang semacam ini dikenakan bunga yang tinggi. Oleh karena itu hutang semacam ini tidak tepat dipakai untuk modal usaha/bisnis karena akan sangat membebani kondisi keuangan usaha/bisnis anda.

Kesalahan lainnya yang tergolong ’serupa’ adalah menggunakan kartu kredit untuk menutup ataupun membayar cicilan hutang tipe “Secured Debt”/hutang yang menggunakan jaminan. Hutang yang menggunakan jaminan (spt KPR, KMK, dll), bunganya secara umum lebih ringan. Oleh sebab itu jika anda menggunakan kartu kredit untuk membayar hutang tipe ini, berarti anda malah ‘menukar’ hutang yang bunganya lebih ringan dengan hutang yang bunganya lebih berat.

Salah satu ‘malapetaka’ terbesar dalam menggunakan kartu kredit terjadi ketika kesalahan no.2 dan kesalahan no.3 ‘dikombinasikan’. Contoh paling umum ‘malapetaka’ seperti ini adalah ketika pemegang kartu kredit mengambil uang tunai dengan kartu kredit yang satu untuk membayar tagihan kartu kredit yang lain.

KESALAHAN no 4 : Tidak disiplin mengontrol penggunaan Kartu Kredit dan tagihannya

Kesalahan ini biasanya berawal dari kalimat ‘Gesek aja dulu..’ dan lalu diikuti di akhir bulan dengan kalimat ‘Astaga!?! Kok gede amat tagihannya’.

Tentukan batas maksimum yang boleh anda ‘gesek’ setiap bulannya. Lalu kontrol dan catat setiap pemakaian kartu kredit anda setiap hari. Ketika jumlah pemakaian tersebut sudah mendekati batas maksimum yang anda tentukan, ’segel’ kartu kredit anda, atau jika perlu (bagi yang lemah terhadap godaan belanja), tinggalkan kartu kredit di rumah.

Masih terkait dengan kesalahan no 4 ini, adalah tidak disiplin dalam pembayaran kartu kreditnya. Jangan menunggu hingga hari batas terakhir untuk melunasi kartu kredit anda, karena jika di hari tersebut anda sibuk/lupa/ada urusan mendadak, maka bisa-bisa tagihan tersebut jadi tidak terbayar.


KESALAHAN no 5 : Terlalu banyak memiliki Kartu Kredit

Semakin banyak Kartu Kredit yang anda miliki, semakin sulit bagi anda untuk mengontrol pengeluaran masing-masing kartu kredit. Dalam pelunasan kartu kredit pun anda akan lebih direpotkan karena perlu mengingat tanggal pelunasan masing-masing kartu agar tidak terlambat bayar.

Beberapa financial planner menyarankan untuk memiliki Kartu Kredit maksimal 3 saja. Kalau lebih dari itu, mungkin mulai bisa mempertimbangkan untuk menggunting sisanya.

KESALAHAN no 6 : Menganggap Kartu Kredit sebagai ‘Uang Tambahan’

Meskipun kedengarannya sulit dipercaya, tetapi tidak sedikit orang yang menganggap Kartu Kredit sebagai Uang Tambahan. Ketika permohonan kartu kreditnya disetujui, mereka pun kegirangan seperti mendapatkan ‘durian runtuh’. Seringkali ini lalu berujung dengan ‘pesta belanja’ menggunakan kartu kredit baru tersebut.

Memiliki kartu kredit bukanlah berarti bahwa anda mempunyai lebih banyak uang untuk dibelanjakan.

Kartu kredit bukanlah ‘berkah’, ‘rezeki’ ataupun ‘durian runtuh’. Jika anda tidak bijak dalam menggunakannya, yang ada justru hanyalah ‘malapetaka’. Ingatlah bahwa Kartu kredit hanyalah merupakan alat bantu pembayaran dan bukan pendapatan tambahan. Anda bisa berhutang kepada bank dengan menggunakan kartu kredit, tetapi cepat atau lambat hutang kartu kredit tersebut tentu harus anda bayar.

KESALAHAN no 7 : Menggunakan kartu kredit untuk SEMUA belanja dan pembayaran

Tidak sedikit orang menggunakan kartu kredit untuk semua jenis pembelanjaan. Padahal, untuk beberapa jenis produk, akan lebih baik jika dibeli dengan menggunakan uang Cash.

Ketika anda berbelanja dengan kartu kredit, pihak penjual barang akan dikenakan biaya sebesar 2,5-3% dari harga transaksi itu oleh pihak bank. Untuk beberapa jenis produk (terutama yang margin labanya kecil), penjual barang tidak bersedia menanggung biaya tersebut, sehingga mengoper biaya tersebut kepada pembeli (alias anda).

Biasanya dalam kasus seperti ini, penjual akan mengatakan bahwa ‘Kalau memakai kartu kredit, kita kenakan charge X %’. Pada saat ini, biasanya charge ini sebesar 3,5%. Jika anda tetap membelinya dengan cara seperti ini, anda telah membayar bunga 3,5% hanya untuk ‘menunda’ sebentar membayar belanjaan itu. Padahal uang anda yang anda taruh di tabungan mendapatkan bunga yang jauh di bawah itu.

Bahkan jika penjual barang tersebut tidak mengenakan charge, cobalah untuk bertanya apakah ada diskon untuk pembelian cash. Seringkali anda akan mendapatkan potongan harga yang lumayan untuk pembelian dengan menggunakan uang Cash.

sumber : web janganserakah.com


INDAH FASHION

ONLINE&OFFLINE SHOP
SALE MATERNITY/BIG SIZE& BREASTFEEDING CLOTHES/UNDERWEAR , BABY UNTIL 5 YEARS BRANDED (CUBITUS,ETC) CLOTHES,DRESS,WOMAN JEANS PANTS NEW&REASONABLE,BRANDED WOMAN&MAN (LV,ETC), ORIFLAME

WEB , http://indahfashion.blogspot.com
e-mail:sweetye_indah@yahoo.com

Also visit, http://indahlifestyle-healthy.blogspot.com

http://indahmoney.blogspot.com

http://indaherbal.blogspot.com

http://indahcareer.blogspot.com

http://indahbrand.blogspot.com

Facebook : http://www.facebook.com/pages/Indahfashion-Shop/189310348521

Saturday, 1 August 2009

Pemegang Kartu Kredit Wajib Baca

Pastikan membaca ke-tiga kasus di bawah ini. Sebuah rangkain kasus yang sangat menarik.

KASUS 1
Ini yang terbaru. Orang- orang tanpa kita sadari sibuk mencari cara untuk menipu kita.
Seorang teman pergi ke klub fitness lokal dan meletakkan barang-barangnya diloker. Setelah selesai berolah raga dia mandi, keluar, dan melihat pintu lokernya terbuka. Dia berpikir 'Lucu, mungkin saya lupa mengunci loker'.
Dia periksa dompetnya, kelihatan beres - semua kartu kredit ada di tempatnya.
Beberapa minggu kemudian tagihan rutin kartu kredit diterimanya - ada tagihan yang mencengangkan sebesar $14,000 (140 juta rrupiah) !
Dia segera menghubungi kantor kartu kredit itu dan marah-marah, berkata bahwa
dia tidak pernah melakukan transaksi sebesar itu.
Petugas di sana kemudian melakukan pemeriksaan dan menurut data yang ada tidak
ada kesalahan pada sistem. Petugas itu bertanya apakah kartunya dicuri orang.
'Tidak' katanya, tapi ketika dia membuka dompetnya, mengambil kartu kredit, dan
yup - anda bisa menduganya - ternyata kartunya sudah ditukar. Yang ada di dalam
dompetnya sekarang adalah sebuah kartu kredit dari bank yang sama yang sudah
kadaluwarsa.
Seorang pencuri ternyata telah membuka paksa lokernya di klub fitness dan
menukar kartu kreditnya.
Putusan : Penerbit kartu kredit berkata bahwa karena dia tidak pernah
melaporkan kehilangan kartu kreditnya dari awal, maka dia harus membayar semua
tagihan yang terhutang.
Berapa banyak dia harus membayar barang-barang yang tidak pernah dibelinya?$9,000 (90 juta rupiah!) !
Kemudian mengapa tidak ada konfirmansi dari penerbit kartu kredit saat kartu itu digesek?
Pemakaian dalam jumlah yang kecil sangat jarang mendapatkan "tanda
peringatan" dari beberapa penerbit kartu kredit.
Jumlah yang besar itu terjadi karena akumulasi dari pemakaian yang kecil secara
terus menerus!

KASUS 2
Seorang laki-laki makan di restoran lokal dan membayar tagihannya dengan kartu
kredit.
Kertas tagihan diantar, dia menandatangani, dan pelayanan melihat bon dan memberikan kartu kreditnya.
Biasanya dia langsung memasukkan kartu kredit itu ke dalam dompet. Tapi lucunya
dia secara tidak sengaja mengamati kartu kreditnya, dan ternyata yang diterima
adalah kartu kredit milik orang lain yang sudah kedaluwarsa. .
Dia segera memanggil pelayan itu lagi dan pelayan itu tampak kebingungan. .
Pelayan mengambil kartu itu, meminta maaf dan segera kembali ke kasir di ikuti
pandangan mata penuh selidik dari pemilik kartu. Dia memberikan kartu kredit
kedaluwarsa itu pada kasir, dan petugas konter kasir segera melihat ke bawah
dan mengambil kartu yang sebenarnya.
Tidak ada kata-kata yang diucapkan --- sama sekali tidak ada! Pelayan
mengambilnya dan memberikan pada pelanggan itu sambil meminta maaf.
Putusan : Pastikan bahwa kartu kredit di dompet adalah benar-benar milik anda.
Periksa nama di kartu setiap kali anda menandatangani setiap lembar tagihan
atau jika kartu anda dibawa pergi pelayan dalam waktu yang singkat.
Banyak orang langsung memasukkan kartu kredit ke dalam dompet bahkan tanpa
melihatnya, karena beranggapan bahwa kartu itu memang miliknya.

DEMI KEAMANAAN ANDA, CIPTAKAN KEBIASAAN UNTUK MEMERIKSA IDENTITAS KARTU KREDIT
ANDA SETIAP KALI KARTU ITU ANDA TERIMA SETELAH MELAKUKAN TRANSAKSI!

KASUS 3
Kemarin saya pergi ke retoran pizza dan mengambil barang yang pesanan saya.
Saya membayar dengan kartu kredit Visa, yang tentu saya langsung terhubung pada
akun pemeriksaan saya.
Anak muda yang berada di balik konter mengambil kartu saya, menggesek, dan
meletakkan di meja konter untuk menunggu saya tanda tangan, dimana ini adalah
sebuah prosedur standar.
Saat dia menunggu, dia menggambil hapenya dan mulai menelpon.

Saya memperhatikan hape itu karena saya juga punya dengan model yang sama, tapi
tampaknya sedikit berbeda dengan yang ada di pasaran. Kemudian yang mendengar
suara cekrek yang sama dengan bunyi telpon saya jika digunakan untuk mengambil
foto.
Setelah tanda tangan selesai dia mengembalikan kartu saya kembali, sementara
itu saya berpikir: 'saya rasa dia sudah mengambil foto kartu kredit saya'.
Anak muda itu melakukan sebuah tipuannya dengan baik, tapi saya telah
memperhatikannya.
Tanpa banyak bicara, begitu meninggalkan restoran pizza itu saya segera
membatalkan kartu kredit saya.
Apa yang ingin saya sampaikan adalah berhati-hatilah terhadap sekeliling anda
setiap saat. Kapan saja anda mempergunakan kartu kredit anda, selalu waspada
dan jangan lengah. Perhatikan siapa yang berdiri di dekat anda dan apa yang
mereka lakukan pada kartu anda ..
Berhati-hatilah terhadap hape, karena sekarang ini umumnya hape sudah
dilengkapi dengan kamera.

TERUSKAN PESAN INI KEPADA SEMUA TEMAN ANDA. BERITAHUKAN SEMUA APA YANG TELAH
TERJADI.

Fitrianti

INDAH FASHION

ONLINE&OFFLINE SHOP
SALE MATERNITY/BIG SIZE& BREASTFEEDING CLOTHES/UNDERWEAR , BABY UNTIL 5 YEARS BRANDED (CUBITUS,ETC) CLOTHES,DRESS,WOMAN JEANS PANTS NEW&REASONABLE,SHIPPING AROUND THE WORLD
WEB , http://indahfashion.blogspot.com
e-mail:sweetye_indah@yahoo.com

Also visit, http://indahlifestyle-healthy.blogspot.com

http://indahmoney.blogspot.com

http://indaherbal.blogspot.com

http://indahcareer.blogspot.com

http://indahbrand.blogspot.com

Custom Search