Indahfashion Shop's Fan Box

GOOGLE TRANSLATE

Wednesday, 8 December 2010

Berapa harga sebuah ide ? Tak terkira !

Banyak kisah menarik mengenai harga sebuah ide ini. Dulu Eastman Kodak menolak idenya Edwin Land untuk membuat kamera 'photo instant'. Akhirnya Land memulai usahanya sendiri dan akhirnya Polaroid menjadi pesaing utama dari Kodak. Industri jam tangan di Swiss juga menolak ide penggunaan jam kuarsa (quartz watch). Jepang lah yang akhirnya menangkap ide ini dan menjadikan industri jam tangan Jepang merajai dunia. Industri jam Jepang ini yang membuat industri di Swiss terseok-seok dalam beberapa tahun.

Nah, itulah artinya seberapa potensi harga sebuah ide.

Kita semua sebenarnya memiliki ide-ide brillian. Tetapi tidak banyak yang memiliki keberanian untuk mengungkapkan idenya. Hal yang paling mengganjal adalah bahwa kita selalu saja berpikir bahwa ide kita merupakan ide bodoh, ide ini tidak bakalan disukai orang, ide ini sudah pernah diketemukan orang lain, atau bahkan pasti ada orang
lain yang memiliki ide lebih bagus dari ide yang kumiliki.

Nah, cobalah untuk membuka penutup ide-ide ini dengan beberapa logika saja, seperti biasa ajakan saya untuk berlogika. Paling tidak ada tiga cara sederhana untuk menggali dan mengungkap ide ini.

Rubah cara berpikir !

Kalau kita berpikir bahwa kita ini tikus, maka tikuslah kita. Kita tidak perlu menjadi seorang ahli untuk mempunyai ide yang brillian.
Tahukah anda bahwa :
  1. Kodak Film Chrome dikembangkan oleh seorang musisi.
  2. Ballpoint yg kita pakai menulis ditemukan oleh seorang pematung.
  3. Meter parking, alat untuk membayar parkir, ditemukan oleh seorang jurnalis.
  4. Penemu pesawat Wright bersaudara adalah ahli sepeda "onthel", bukan sarjana 'aeronautica'.
  5. Einstein awalnya adalah ahli matematika juga bukan seorang ahli fisika yang menjadikannya tenar.
  6. Dan anda pasti tau Darwin yang mempunyai ide evolusi kan ? .. Darwin adalah seorang ahli geologi bukan ahli biologi.
Anda mungkin pernah membaca bukunya Stephen Covey, yang menyebutkan bahwa segalanya ini diciptakan dalam dua tahap. Pertama dalam sebuah ide di benak si penemu, kemudian direalisasikan dalam sebuah pabrik atau industri, baik industri besar mau pun bahkan industri kecil, rumah tangga atau hanya berupa tulisan, seperti idenya evolusi
Darwin.

Leonardo daVinci merupakan seorang penemu besar dan juga seorang pelukis. Awalnya dia melihat idenya dalam benaknya yang kemudian digambarkannya dalam kanvas dan seorang lain merealisasikannya. Leonardo lah yang menemukan helicopter, tank perang, payung terjun (parachute), sepeda air, snorkel untuk menyelam, dan masih banyak lagi. Semua itu diketemukan pada tahun 1400an hingga awal 1500an.

Ide- Dimulai dari pemikiran. Mulailah berpikir bahwa anda adalah seorang penemu dan saatnya sudah dimulai dari sekarang !


Rubah cara bicara !

"Ah ini tidak mungkin dijalankan. Tidak ada yang suka dengan ide ini.
Aku sudah mencoba sebelumnya dan tidak berhasil.
Tidak ada yg baru di dunia ini semua sudah ada".
Semua kalimat-kalimat ini merupakan "idea blocker" yang harus segera disingkirkan.
Rubahlah dari … sekarang !

Jangan katakan "Tidak mungkin", tapi katakan saja ïƒ "Sebenarnya enak kalau
bisa dilakukan".
Jangan ngomong "Ide goblok", tetapi "Bagus juga sih, bagaimana merealisasikannya, ya?"
Bukan hanya sekedar menyatakan "Cukup bagus sih!", namun coba tambahkan "Bagaimana cara mengembangkannya ya ?"
Ada sebuah kisah seorang ahli agama di Jerman yang pernah mengkritik penggunaan sendok-garpu karena tidak menghargai Tuhan yang menciptakan tangan. Tentunya anda tidak perlu berpikir seperti dia yang konon tangannya tersengat makanan panas.

Kekuatan kata-kata itu sangat besar !. Dia memiliki kekuatan untuk menciptakan atau merusak. Berbicaralah dengan kreatif mulai hari ini. Rubahlah bahasamu, ia akan merubahmu.

Rubahlah perilaku !

Berapa di antara kita yang melewati jalan yang sama untuk berangkat dan pulang kantor ? Tiap hari hampir 98% di antara kita akan melewati jalan yang sama ketika ke kantor, ke sekolah, belanja selama satu tahun penuh hampir diulang-ulang dalam 365 hari setahun ! Enggak bosen, tuh ?

Seseorang pernah berkata bahwa kalau anda melakukan hal yang sama berulang-ulang berarti anda termasuk malas tidak mau berfikir. Tentunya tidak perlu otak kalau menjalankan pesawat dengan "autopilot", kan ?
Jadi jangan malas berpikir, otak kita masih banyak kapasitasnya yang belum dipakai karena melakukan hal yang rutin-rutin saja. Masukkan data baru, masukkan input baru, beri gangguan sedikit supaya prosesor di dalam otak kita bekerja.

Kreatif dimulai dari perubahan !

Ada yg mengatakan bahwa ada tempat tertentu yg paling sering dipakai untuk menggali ide, yaitu di TOILET !. Masih ingatkah anda cerita Archimides yang loncat dari 'bath tub' terus berlarian sambil teriak Eureka ! Eureka !
Dia waktu itu kan telanjang sambil lari-lari. Tentunya bukan saya bermaksud mengajak anda untuk memindahkan ruang kerja ke toilet kan, tetapi untuk memulai menggali ide. Mulailah dengan mengerjakan sesuatu dengan berbeda. Ya berbeda, sekedar berbeda saja. Cobalah nanti kalau pulang dari kantor dan besok pagi kalau berangkat ke kantor melewati jalan yang lain. Bukan lagi melewati jalan yang sudah tiap hari kita lewati.

Cobalah melewati pintu yang berbeda ketika masuk kantor atau masuk rumah.
Mau yang 'rada' aneh, cobalah menulis dengan tangan kiri ! atau coba bacalah tulisan ini sekali lagi dengan mata kiri ditutup ! Atau bacalah dari bawah ke atas !

Gutlak,
temukan ide baru besok pagi .............. di TOILET ! (dikutip dari RDP)

email : Grace A. Wijaya


INDAH FASHION
MATERNITY/BIG SIZE& BREASTFEEDING CLOTHES/UNDERWEAR ,
BABY UNTIL 5 YEARS BRANDED (CUBITUS,ETC) CLOTHES
DRESS,WOMAN JEANS PANTS,BRANDED WOMAN&MAN (GUESS,ETC) ,ORIFLAME NEW&REASONABLE
Web, http://indahfashion.blogspot.com
e-mail : sweetye_indah@yahoo.com
http://indahlifestyle-healthy.blogspot.com
http://indahmoney.blogspot.com
info pengobatan tradisional, http://indaherbal.blogspot.com
http://indahcareer.blogspot.com

fashion branded, http://indahbrand.blogspot.com

http://tas-grosir.com

Fan FB, Indahfashion-Shop
https://twitter.com/Indahfashion




Thursday, 11 June 2009

Brand

From Wikipedia, the free encyclopedia

A brand is a collection of experiences and associations connected with a service, a person or any other entity.Brands have become increasingly important components of culture and the economy, now being described as "cultural accessories and personal philosophies".[1]


[edit] Concepts

Some people distinguish the psychological aspect of a brand from the experiential aspect. The experiential aspect consists of the sum of all points of contact with the brand and is known as the brand experience. The psychological aspect, sometimes referred to as the brand image, is a symbolic construct created within the minds of people and consists of all the information and expectations associated with a product or service.

People engaged in branding seek to develop or align the expectations behind the brand experience, creating the impression that a brand associated with a product or service has certain qualities or characteristics that make it special or unique. A brand is therefore one of the most valuable elements in an advertising theme, as it demonstrates what the brand owner is able to offer in the marketplace. The art of creating and maintaining a brand is called brand management.

Careful brand management, supported by a cleverly crafted advertising campaign, can be highly successful in convincing consumers to pay remarkably high prices for products which are inherently extremely cheap to make. This concept, known as creating value, essentially consists of manipulating the projected image of the product so that the consumer sees the product as being worth the amount that the advertiser wants him/her to see, rather than a more logical valuation that comprises an aggregate of the cost of raw materials, plus the cost of manufacture, plus the cost of distribution. Modern value-creation branding-and-advertising campaigns are highly successful at inducing consumers to pay, for example, 50 dollars for a T-shirt that cost a mere 50 cents to make, or 5 dollars for a box of breakfast cereal that contains a few cents' worth of wheat.

A brand which is widely known in the marketplace acquires brand recognition. When brand recognition builds up to a point where a brand enjoys a critical mass of positive sentiment in the marketplace, it is said to have achieved brand franchise. One goal in brand recognition is the identification of a brand without the name of the company present. For example, Disney has been successful at branding with their particular script font (originally created for Walt Disney's "signature" logo), which it used in the logo for go.com.

Consumers may look on branding as an important value added aspect of products or services, as it often serves to denote a certain attractive quality or characteristic (see also brand promise). From the perspective of brand owners, branded products or services also command higher prices. Where two products resemble each other, but one of the products has no associated branding (such as a generic, store-branded product), people may often select the more expensive branded product on the basis of the quality of the brand or the reputation of the brand owner.

[edit] Brand name

The brand name is often used interchangeably within "brand", although it is more correctly used to specifically denote written or spoken linguistic elements of any product. In this context a "brand name" constitutes a type of trademark, if the brand name exclusively identifies the brand owner as the commercial source of products or services. A brand owner may seek to protect proprietary rights in relation to a brand name through trademark registration. Advertising spokespersons have also become part of some brands, for example: Mr. Whipple of Charmin toilet tissue and Tony the Tiger of Kellogg's.

Brand names will fall into one of three spectrum's of use - Descriptive, Associative or Freestanding.

Descriptive brand names assist in describing the distinguishable selling point(s) of the product to the customer (eg Snap Crackle & Pop or Bitter Lemon).

Associative brand names provide the customer with an associated word for what the product promises to do or be (e.g. Walkman, Sensodyne or Natrel)

Finally, Freestanding brand names have no links or ties to either descriptions or associations of use. (eg Mars Bar or Pantene)

The act of associating a product or service with a brand has become part of pop culture. Most products have some kind of brand identity, from common table salt to designer jeans. A brandnomer is a brand name that has colloquially become a generic term for a product or service, such as Band-Aid or Kleenex, which are often used to describe any kind of adhesive bandage or any kind of facial tissue respectively.

Brand identity :Branding approaches, Company name, Individual branding, Attitude branding, "No-brand" branding, Derived brands, Brand extension, Multi-brands, Own brands and generics




Custom Search